DAMPAK LIMBAH MIKROPLASTIK DI LAUT

 FUNFACT PSDM

(Lautan Sampah di Nusa Penida, Bali. Sumber: Facebook Rich Horner, 2018)


    Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang bertemakan laut. Wisatan mancanegara pun rela pergi ke Indonesia untuk menikmati keindahan nusantara. Namun sangat disayangkan banyaknya orang yang tidak bertanggung jawab membuang limbah begitu saja dilaut. Limbah plastic sendiri merupakan permasalahan global hingga saat ini. Bahkan saat ini dunia sedang mencari cara untuk mengurangi limbah plastik. Purwaningrum (2016) Plastik membutuhkan waktu 20 tahun bahkan 100 tahun untuk terurai dalam tanah sedangkan di air plastik akan lebih sulit terurai.
    
    Dalam penelitian yang dilakukan oleh Jambeck (2015) yang dituliskan dalam jurnal Science dengan judul “Plastic waste inputs from land into the ocean”. Negara dengan penghasil sampah plastik terbanyak di dunia yaitu posisi pertama ditempati oleh China dengan penghasilan 1.32–3.53 ton sampah plastik pertahun. Posisi ke-2 oleh Indonesia dengan penghasilan 0.48–1.29 ton sampah plastik pertahun , posisi ke-3 Filipina dengan penghasilan 0.28–0.75ton sampah plastik pertahun, posisi ke-4 diduduki oleh Vietnam dengan penghasilan 0.28–0.73 ton sampah pertahun, ke-5 oleh Sri Lanka dengan penghasilan 0.24–0.64 ton sampah plastik pertahun.

    Sampah merupakan bahan buangan dari kegiatan rumah tangga, komersial, industri atau aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh manusia lainnya. Sampah juga merupakan hasil sampingan dari aktivitas manusia yang sudah tidak terpakai (Purwendro & Nurhidayat, 2006).

 

Jenis Sampah

1. Sampah Organik, Sampah Organik merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik / pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai, dikelola dan dimanfaatkan dengan prosedur yang benar.

2. Sampah Nonorganik Sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan nonhayati, berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang seperti : kertas, plastik, logam, dan lainnya.

3. Sampah B3 (Bahan berbahaya beracun) sampah dari zat kimia organik dan nonorganik serta logam-logam berat, yang berasal dari buangan industri. Pengelolaan sampah B3 tidak dapat dicampurkan dengan sampah organik dan nonorganik. Biasanya ada badan khusus yang dibentuk untuk mengelola sampah B3 sesuai peraturan berlaku.

 

Dampak Sampah Plastik Bagi Lingkungan

• Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.

• Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.

• Menyebabkan terjadinya bencana alam seperti halnya banjir.

    Faktor yang Mempengaruhi Sampah Menurut Dwiyatmo (2007), faktor penting yang mempengaruhi sampah yaitu meningkatnya jumlah penduduk dan maraknya kemajuan teknologi. Dimana pemakaian bahan baku yang semakin beragam dan produk manufaktur yang semakin beragam dapat mempengaruhi jumlah dan jenis sampahnya. Dampak plastik di laut 1. Banyaknya biota laut yang terjerat oleh sampah 2. Banyaknya mikroplastik yang dikonsumsi oleh manusia dan makhluk hidup lainnya akibat sampahyang telah terurai selama ribuan tahun 3. Rusaknya ekosistem terumbu karang dan hilangnya rumah bagi para biota laut.


 Daftar Pustaka

- Purwendro, S., dan Nurhidayat 2006, Mengolah Sampah untuk Pupuk dan Pestisida Organik, Seri Agritekno, Penebar Swadaya, Jakarta.

- Sarudji D, 2010. Kesehatan Lingkungan. Bandung: Karya Putra Darwati.

- Dwiyatmo, Kus. 2007. Pencemaran Lingkungan dan Penangananya. Yogyakarta: PT. Citra Aji Parama.

- Juli Soemirat Slamet, Kesehatan Lingkungan(Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2009), hlm.35.

- Amos, Noelaka. (2008). Kesadaran Lingkungan. Jakarta: PT Rinika Cipta


 

  

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bonding dan Buka Bersama Himabio 2025

Pengenalan Dasar Lapangan (PDL) 2025: Menjelajah Alam Ciptakan Pengetahuan untuk Masa Depan Cemerlang

Introduksi Kegiatan Lapangan (IKL) 2025